Tampilkan postingan dengan label Bulan Ramadlan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan Ramadlan. Tampilkan semua postingan

KUPATAN DI KOTA REMBANG

Kupatan tradisi Wong rembang Dan orang jawa khususnya yang berlangsung satu Minggu setelah hari raya Idul Fitri. Dinamakan kupatan karena sebagian besar masyarakat jawa membuat kupat (ketupat) pada hari raya ke-8(PENDAK DINANE BODHO RIYOYO).
Tradisi ini sangat terasa jika kita berada dirembang dan sekitarnya. Pasalnya dihari kupatan— raya ke-8— masyarakat rembang dan sekitar merayakan kupatan dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu, misalnya adalah pantai Kartini,binangun indah,pantai robyong indah,embung lodan,dan bebrapa tempat sejarah/wisata di daerah rembang. Pantai tersebut sampai sekarang masih menjadi tempat favorit untuk menghabiskan hari raya kupatan.
Selain itu, kecamatan Sarang Rembang, thun 1430H—kupatan tahun 2010—tidak pernah absen mengikuti acara rutin ini, 
Entah kapan mulai tubuh dan berkembangnya tradisi kupatan dan apa makna filosofi dari perayaan tradisi tersebut. Ada yang berpendapat bahwa kupatan merupakan hari rayanya orang yang berpuasa 6 hari pada satu Minggu setelah lebaran hari pertama (tanggal 2-7 Syawwal). Pendapat lain mengatakan bahwa kupatan adalah berasal dari kata kupat singkatan dari “ngaku lepat”, artinya adalah mengaku salah. Kupatan berarti ngaku kalepatan, mengakui banyak kesalahan.
Apapun makna kupatan merupakan bagian tradisi yang dimiliki bangsa ini khususnya Jawa. Dan kupatan telah menjadi hari raya ke-2 di bulan Syawwal setelah Idul Fitri. seolah-olah kupatan telah mengajarkan arti pentingnya saling bertemu dan saling mengakui kesalahan serta memaafkan satu dengan yang lainnya.
sebuah ajang yang sangat berarti bagi semua orang jawa,
dan semoga harapan kami, tradisi kupatan ini tetap lestari demi tercipta suasana kebersamaan yang hakiki

READ MORE - KUPATAN DI KOTA REMBANG

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1

SEGENAP CRUE WARNET MULTIMEDIA GAME ONLINE GANANET
MENGUCAPKAN :


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
untuk segala lisan yang tak terjaga, untuk janji yang terabaikan, hati yang berprasangka, semua sikap yang menyakitkan. Mohon maaf lahir & bathin



SUCIKAN DIRI PERBANYAK AMAL KEBAJIKAN KE SEMUA MAKHLUK CIPTAAN TUHAN......................!!!!!!!!!!





READ MORE - SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1

Wallpaper Point blank event Idul Fitri

buat kawan - kawan pecinta game online point blank
ini saya punya beberapa koleksi wallpaper mantap yang patut dan dianjurkan dipajang di bacgroud pc kawan2

berikut wallpapernya













semoga walpaper ini bermanfaat okay kawan


and selamat
HARI RAYA IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATIN YA
READ MORE - Wallpaper Point blank event Idul Fitri

LOVE STORY

Seribu Ciuman Untuk Istri di Kampung
Saat ini zaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK di berbagaiperusahaan. Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Bulan ini iatidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman. Ia hanya bisa mengirim surat. Isinya demikian:
Istriku Tercinta,Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untukkebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa mengirimimu 1000 ciuman. - Kanda Paijo -
Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya:
Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu. Untukbulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga : Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak tanah. Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per tanggal 10 setiap bulannya. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 kali ciuman setiap harinya. Engkoh pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman ditambah bayaran lainnya dengan uang Rp650 ribu, lumayan buat ongkos sebulan. Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman. Kanda tersayang.. bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan. Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide? atau dinda tabung saja ya? - Dinda tersayang - Gedubrak!! Paijo pun pingsan Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum. "Nyak nyak minyaaak..." teriaknya. Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum.
Plung ...lap... tenggelam lah gerobak kesayangan nya itu. Huuu..huuu.. .menangislah dia... "Harus kuberi makan apa istriku nanti...huuu...."
Tiba-tiba... seorang Malaikat baik hati muncul & bertanya.
"Hai Fulan ...? kenapa gerangan sehingga engkau menangis begitu.?
Ternyata, penjual itu namanya Fulan...
"Oh Malaikat, gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai." keluh Fulan.
"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu." jawab Malaikat.
Tiba-tiba Malaikat itu menghilang & muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan.
"Inikah punyamu?" tanya Malaikat.
"Bukan, gerobakku tidak sebagus itu, mana mungkin penghasilan saya yang 200 ribu sebulan bisa beli kereta kencana ? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang cuma sedikit."
Malaikat itu pun menghilang lagi & muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.
"Inikah punyamu?" tanyanya lagi.
"Bukan, hai Malaikat yang baik, Punyaku cuma dari besi biasa, botolnya juga botol biasa"
Lalu Malaikat itu pergi lagi dan kali ini kembali dengan gerobak dan botol si Fulan.
"Inikah punyamu?"
"Benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah membantu yang lemah ini untuk mengambilkannya untukku."
Malaikat berkata : "Engkau jujur sekali, ya Fulan. Untuk itu sebagai hadiah dari kejujuranmu aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu."
"Terima kasih ya Tuhan ... terima kasih ya Malaikat." ucap si Fulan
Sebulan kemudian, Fulan naik perahu bersama istrinya di sungai yang sama. Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari, Perahu terbalik & istrinya hanyut.
"Huuu, huuu, istriku, di mana engkau..", isaknya,
Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi.
"Kenapa lagi engkau ya Fulan..?
"Istri saya hanyut & tenggelam di sungai, hai Malaikat.. Ohhh..."
"Tenang ... aku ambilkan.... "
Malaikat itu menghilang & tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach, yang ada tato mawar di perutnya.
"Inikah istrimu?" tanya Malaikat.
"Betul,betul sekali ya Malaikat... dialah istriku."
"Haaaaaaiiii...Fulan!!!" Malaikat membentak marah.
"Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"
Sambil bergetar dan berjongkok, Fulan berkata :
"Ya, Malaikat, kalau aku jujur, nanti engkau menghilang lagi dan membawa Titi Kamal, kalau kubilang lagi bukan, maka engkau akan menghilang lagi dan membawa Andi Soraya, lalu kalau kubilang bukan juga engkau menghilang lagi dan membawa istriku yang sebenarnya, Lalu.. engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali & engkau akan memberikan ke empat-empatnya kepadaku. Buat membiayai hidup isteriku aja aku kerepotan ya Malaikat, apalagi Nafa Urbach atau Titi Kamal, aduh berat ya Malaikat.."
Malaikat pun termangu dan angguk angguk.
"Benar juga kamu Fulan, kamu realistis.."




KISAH LAIN
Alkisah, tiga orang pengembara tersesat di hutan belantara. Berhari-hari mereka mencari jalan keluar, tapi yang mereka temui melulu pepohonan dan binatang berbahaya.
Di hari keempat, mereka bertemu suku asli penunggu hutan. Awalnya ketiga pengembara itu senang, berharap orang-orang suku itu bisa menunjukkan jalan keluar dari hutan, tapi ternyata mereka adalah suku pemangsa manusia.
Mengetahui hal tersebut, ketiga pengembara lalu memohon agar tidak dibunuh. Kepala suku lalu berkata, "Kalau kalian masih mau hidup, kalian harus pergi ke hutan dan bawa kembali SEPULUH buah yang jenisnya sama. Cepat!"
Mendengar itu, langsung ketiga pengembara berlari mencari buah-buahan. Satu jam kemudian, pengembara pertama datang membawa sepuluh buah apel.
Kepala Suku lalu memberi instruksi :
"Kamu sudah membawa 10 buah apel. Sekarang kamu harus memakan semua buah itu. Tapi tidak boleh dikunyah, kamu harus menelannya bulat-bulat. Kalau kamu tersedak, atau mengeluarkan suara, apalagi sampai muntah, kamu akan dimasukkan ke dalam kerangkeng, dan siap-siap jadi santapan makan malam kami, hahahahaha.....!!!!!!"
Meski bergidik, pengembara pertama berusaha mematuhi perintah kepala suku. "Dari pada mati," pikirnya. Dia menelan apel pertama tanpa suara. Dengan penuh perjuangan dan ketahanan akhirnya apel pertama berhasil dia telan. Namun di apel kedua ia tidak bisa menahan sesak di tenggorokan dan dadanya. Dia pun tersedak.
Dengan beringas, orang-orang suku lalu menyeret si pengembara ke dalam kerangkeng. Dia pun mendekam di sana, menghitung waktu hingga saat makan malam tiba.
Tak lama kemudian, datang pengembara kedua. Dia membawa 10 buah lengkeng. Dan kepala suku memeberikan instruksi yg sama kepada pengembara kedua. Dalam hatinya si pengembara dua berkata, "Wah, untung aku cari buah lengkeng tadi. Ini sih gampang, aku pasti selamat."
Dan memang betul. Satu lengkeng tertelan, dua lengkeng, tiga lengkeng... tapi pada saat ia menelan lengkeng kesepuluh, orang-orang suku itu menyeretnya ke dalam kerangkeng.
Di dalam kerangkeng, pengembara dua melihat pengembara pertama sedang meringkuk putus asa.
Pengembara 2: "Wah ternyata kamu tertangkap juga. Kamu gagal toh?"
Pengembara 1: "Iya aku bawa apel sih. Kan bikin sesak! Sialan tuh kepala suku, memang dasarnya dia mau membunuh kita! Trus kamu bawa buah apa?"
Pengembara 2: "Lengkeng."
Pengembara 1: "Lengkeng? Itu kan gampang, kecil, gak bikin sesak dong!"
Pengembara 2: "Emang betul. Semua lengkeng hampir berhasil aku telan. Tapi ya itu, tiba-tiba aku tertawa dan semua lengkeng yang aku telan malah nyembur keluar...."
Pengembara 1: "Bego kamu! Lagian kenapa ketawa?"
Pengembara 2: "Habis pas mau masukin lengkeng kesepuluh, aku lihat pengembara 3 bawa DUREN!"
YANG LAGI MAKAN JANGAN BACA YG BAWAH INI yAH....
Suatu hari Pak Pandir melalui satu lorong yang remang-remang saat hendak pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan tadi dia hampir menginjak kotoran manusia yang masih panas. Tapi dia masih ragu betul tidak benda yang dilihatnya tadi adalah kotoran.
Karena penasaran, pak Pandir ambil keputusan untuk mengamati kotoran itu lebih dekat, lalu dia berkata, "Bentuknya mirip tahi."
Karena masih penasaran dia pegang lagi kotoran itu, dan berkata, "Lembek...mirip tahi."



Terus dia colek sedikit kotoran itu lalu dia endus, dan berkata: "Baunya mirip tahi."



Tapi pak Pandir masih saja ragu-ragu, dia pun mengambil keputusan untuk menjilat sedikit kotoran tersebut.



Begitu selesai menjilat dia pun menjerit... "MEMANG KOTORAN! UNTUNG GAK TERINJAK!!!"
READ MORE - LOVE STORY

Malam lailatul Qodar(tips mendapatkannya)

Cara Mudah Mendapatkan malam lailatur Qadar
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabb-nnya untuk mengatur segala urusan.
berikut ulasannya
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”( Al-Qadr 1-5)

Setiap kita menjumpai bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, ada diantara malam-malamnya yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin. Yaitu malam dimana Al-Quran diturunkan, malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam dimana turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril untuk mengatur segala urusan dan malam kesejahteraan sampai terbit fajar. Malam tersebut adalah malam Lailatul Qadar.

Semua kaum muslimin berlomba-lomba untuk mendapatkan malam tersebut, terutama pada malam-malam yang ganjil di sepuluh terakhir. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

”Berusahalah mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhori dan Muslim)

Kita Pasti Dapat Malam Lailatul Qadar Jika Qiyamul Lail pada seluruh 10 Malam Terakhir

Orang yang mendapatkan lailatul qadar tidak harus melihat tanda-tandanya atau mengalami suatu peristiwa. Abdullah bin mas’ud radliyallahu’anhu berkata:

”Barangsiapa yang qiyamullail selama setahun, ia pasti mendapatkan lailatul qadar.” (HR. Muslim)

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata: Siapa saja yang mengerjakan qiyamullail dengan penuh iman dan mengharap pahala, pasti akan mendapatkan ganjarannya, baik dia mengetahui bahwa malam itu lailatul qadar atau tidak, meskipun seandainya orang itu tidak mengetahui tanda-tandanya, atau tidak waspada dengannya dikarenakan tertidur atau sebab lain, akan tetapi dia telah mengerjakan qiyamullail dengan penuh iman dan mengharap pahala. Maka Allah pasti akan mengampuni dosanya yang telah lalu.

Syaikh rahimahullah juga berkata: ketetapan ganjaran lailatul qadar bisa diraih oleh orang yang mengerjakan qiyamullail dengan penuh iman dan mengharap pahala, baik ia mengetahuinya atau tidak, karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

”Barangsiapa yang mengerjakan qiyamullail pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq’alaihi)

Dan beliau tidak menyebutkan, apabila dia mengetahui maka ia mendapatkannya. Maka, tidak disyaratkan untuk mendapatkan pahala lailatul qadar, seseorang itu harus mengetahui dengan pasti malam itu. Akan tetapi kita katakan, barangsiapa yang mengerjakan qiyamullail pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan seluruhnya, maka kami tegaskan bahwa dia pasti mendapatkan malam lailatul qadar, baik dipermulaan sepuluh hari terakhir, pertengahan, atau di akhirnya. Dan hanya Allah-lah maha pemberi taufik.

Yang Bisa Dipetik dari Pembahasan di Atas

1. Al-Quran turun pada malam Lailatul Qadar
2. Amalan, puasa, dan qiyamullail (shalat malam) pada malam lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan yang tidak ada padanya lailatul qadar
3. Begitu banyak malaikat yang turun pada malam lailatul qadar karena melimpahnya berkah, malaikat turun bersama turunnya berkah dan rahmat, sebagaimana mereka turun ketika al-Quran dibaca, mereka meliputi mejelis-mejelis ilmu, dan dengan tulus mereka meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, sebagai penghargaan teruntuk mereka. (Tafsir Ibnu Katsir QS Al-Qadar ayat 4)
4. Qiyamul Lail (Shalat malam) pada malam Lailatul Qadar dapat menjadi pelebur dosa yang telah lalu
5. Ucapan salam kesejahteraan malaikat pada malam lailatul qadar di alamatkan kepada penghuni masjid, mulai dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar, mereka melalui setiap mukmin seraya berkata: Salam sejahtera bagimu, wahai mukmin. (Tafsir Ibnu Katsir QS Al-Qadar ayat 5)
6. Doa pada malam lailatul qadar mustajab (terkabulkan)
7. Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan
8. Seseorang pasti akan mendapatkan malam lailatul qadar jika dia mengerjakan qiyamullail diseluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan




READ MORE - Malam lailatul Qodar(tips mendapatkannya)

Tanda-tanda/Ciri-ciri Malam Lailatul Qodar

lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan, sebagaimana firman Allah swt :
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾
أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾

Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)
Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾

Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)
Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :
1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.
2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)
3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)
4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)
Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)
Perbedaan Waktu Antar Negara
Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).
Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)
Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)
Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.
Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.
Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”
Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah ”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)
Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.
Wallahu A’lam
READ MORE - Tanda-tanda/Ciri-ciri Malam Lailatul Qodar

Malam Lailatul Qodar

لَيْلَةِ الْقَدْرِ

(malam ketetapan) adalah satu malam mulya yang terjadi pada bulan Ramadhan
dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur'an.

Keistimewaan lailatul Qadr
Dalam Al Qur'an, tepatnya Surat Al Qadar malam ini dikatakan memiliki nilai lebih baik dari seribu, bulan .97:1 Pada malam ini juga dikisahkan Al Qur'an diturunkan, seperti dikisahkan pada surat Ad Dukhan ayat 3-6. 44:3

Waktu datangnya lailatul Qadr
Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan : " Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, yang artinya: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" " (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

Alangkah mulyanya malam ini sehingga setiap muslim tidak ingin melewatkan kehadiran malam lailatul Qadr.mereka mengerjakan iktikaf dimasjid dengan berdiam diri dan menyebut dzikir kehadiran Allah swt.

READ MORE - Malam Lailatul Qodar

Wajibnya Niat Puasa Ramadhan Pandangan 4 Madzab

Ada hal yang perlu diperhatikan dalammenyambut puasa ramadhan, salah satunya mengenai rukun puasa yang pertamanya adalah NIAT.
Unsur / kriteria apa saja yang harus dipenuhi dalam niat?
1. bermaksud mengerjakan puasa,yang masuk kategori; qosdul fi'li.
2. menyatakan puasa apa yang akan dikerjakan, misalnya puasa Ramadhan, puasakaffarah, puasa nadzar dan lainsebagainya. Dimana hal ini masuk ketegoriAtta'yin.
3. Adapun yang menyempurnakan adalah menegaskan fardhu atau sunnahnya puasa yang akan dikerjakan, yang masuk dalam ketegori ; Atta'arrudl.
Lantas,menegaskan bahwa puasa yang akan dikerjakannya itu semata-mata karena AllahSWT.
Para imam yang terkenal telah bersepakatatas kewajiban niat pada puasa Ramadlan, karena puasa Ramadlan itu tidak sahkecuali dengan niat.
Menurut Imam Malik, Syafi'i dan Hambali, niat itu harus diletakkan padamalam hari, berbeda dengan Imam Hanafi.
Rasulullah saw bersabda :
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ .
"Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka sama sekalitidaklah puasa itu sah baginya". (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah, darihafshah)
Hadits yang di atas menegaskan bahwa tidak sah puasa seseorang dengan niatpada saat fajar terbit, apalagi sesudahnya.
Lain halnya puasa sunnat, waktu berniat tidak harus malam hari, tapi bisadilakukan setelah terbit fajar sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktuDzuhur) dengan syarat ia belum makan/minum sedikitpun sejak Subuh. Bahkan ulamamazhab Hambali, untuk puasa sunat, membolehkan berniat setelah waktu Dzuhur.
Para imam madzhab berbeda pendapat mengenaiwaktu niat.
Untuk lebih detailnya, marilah kita ikuti berbagai pendapat berikut ini:
1. Pendapat mazhab Hanafiyah :
Lebih baik bila niat puasa (apa saja) dilakukan bersamaandengan terbitnya fajar, karena saat terbit fajar merupakan awal ibadah. Jikadilaksanakan setelah terbitnya fajar, untuk semua jenis puasa wajib yangsifatnya menjadi tanggungan/hutang (seperti puasa qadla, puasa kafarat, puasakarena telah melakukan haji tamattu' dan qiran –sebagai gantinya denda/dam,dll) maka tidak sah puasanya.Karena, menurut mazhab ini, puasa-puasa jenis ini niatnya harus dilakukan padamalam hari. Tapi lain dengan puasa wajib yang hanya dilakukan pada waktu-waktutertentu, seperti puasa Ramadhan, nadzar, dan pusa-puasa sunnah yang tidakdikerjakan dengan sempurna, maka boleh saja niatnya dilakukan setelah fajarsampai sebelum Dhuhur.
2. Mazhab Malikiyah :
Niat dianggap sah, untuk semua jenispuasa, bila dilakukan pada malam hari atau bersamaan dengan terbitnya fajar.Adapun apabila seseorang berniat sebelum terbenamnya matahari pada harisebelumnya atau berniat sebelum tergelincirnya matahari pada hari ia berpuasamaka puasanya tidak sah walaupun puasa sunnah.
3. Mazhab Syafi'iyah :
Untuk semua jenis puasa wajib (baikyang dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti puasa Ramadlan; yang sifatnyamenjadi tanggungan seperti qadla', nazar, kafarat, dll.) niat harus dilakukanpada malam hari. Adapun puasa sunnnah, niat bisa dilakukan sejak malam harisampai sebelum tergelincirnya matahari. Karena Nabi saw. suatu hari berkatapada 'Aisyah: 'Apakah kamu mempunyai makanan?'. Jawab 'Aisyah: 'Tidak punya'.Terus Nabi bilang: 'Kalau begitu aku puasa'. Lantas 'Aisyah mengisahkan bahwaNabi pada hari yang lain berkata kepadanya: 'Adakah sesuatu yang bisadimakan?'. Jawab 'Aisyah: 'Ada'.Lantas Nabi berkata: 'Kalau begitu saya tak berpuasa, meskipun saya telahberniat puasa'.
4. Mazhab Hambaliyah :
Tidak beda dari Syafi'iyah, mazhabini mengharuskan niat dilakukan pada malam hari, untuk semupa jenis puasawajib. Adapun puasa sunnah, berbeda dari Syafi'iyah, niat bisa dilakukanwalaupun telah lewat waktu Dhuhur (dengan syarat belum makan/minum sedikitpunsejak fajar).
Kita diperbolehkan menggunakan niat puasa sebulan penuh milik Madzab Maliki dimana pendapat itu didasarkan pada penilaian bahwa puasa sebulan Ramadhan ituadalah sebuah kesatuan, tidak terpecah-pecah, sehingga layak disebut sebagaisatu bentuk ibadah, dalam artian antara malam hari yang boleh makan minumdengan siang hari yang harus berpuasa, sudah merupakan suatau gaungan ibadah puasa.
Dan juga kebiasaan dari manusia kalau manusia itu tempat salah dan lupa,kadang ada yang bertanya kita lupa niat bagaimana hukumnya???
Dan untukmenghindari dari permasalahan tersebut maka Insya Allah alfaqir akan memberitahu cara agar supaya kita tercegah dari kelupaan dalam niat, dan untuk diterima atau tidaknya itu hanyalah urusan dari Allah Azza Wa Jalla.
Kita menggunakan niat beliau semata-mata hanya untuk mencegah kelupaan ataujika kita lupa niat puasa pada malam harinya maka puasa kita masih sah.
Tapitidak hanya dengan melafadzkan niat Imam Malik yang sebulan penuh itu kita tidak niat lagi tiap malam.
Kita tetap niat puasa setiap malam (menurut MadzabImam Syafi'i).
Niat Imam Malik tsb hanya untuk menutupi apabila kita lupa niatpada malam harinya.
READ MORE - Wajibnya Niat Puasa Ramadhan Pandangan 4 Madzab

Ramadlan Bulan Suci

READ MORE - Ramadlan Bulan Suci

situs-situs porno/sex telah di blokir

Mari sucikan diri...!!!!


Bulan Ramadlan,,,bulan penuh hikmah
penuh ampunan dibuka pintu-pintu surga,,,,dikunci rapat pintu-pintu neraka

alangkah bahagianya hari ini,,,,bagi para netter muslim
karena banyak situs yang berbau asusila,porno/pornografi,perjudian,phising/malware,telah diblokir oleh provider asal indonesia

coba saja anda buktikan dengan mengakses beberapa situs asusila pastinya
anda akan mendapati halaman seperti dibawah ini


Situs www.********.com diblokir
Situs yang hendak anda buka kemungkinan termasuk dalam situs yang tidak boleh diakses
melalui jaringan ini karena terindikasi mengandung salah satu unsur berikut :

#Pornografi

#Judi

#Phising/Malware


semoga saja bukan hanya untuk beberapa waktu saja
tetapi untuk selama-lamanya


READ MORE - situs-situs porno/sex telah di blokir

MAKNA IMSAK




"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa." (Al-Baqarah:183)

Secara ringkas, ayat di atas dapat ditafsirkan bahwa Allah telah mewajibkan puasa kepada orang-orang yang beriman sebagai upaya pembersihan jiwa, pengekangan hawa nafsu dan perwujudan kehendak-Nya untuk melebihkan derajat manusia dari binatang yang tunduk hanya pada instink dan hawa nafsu. Berpuasa merupakan syariat yang juga telah diwajibkan atas umat terdahulu, maka kita —sebagai orang-orang yang dituju oleh ayat ini— tidak seharusnya merasa berat untuk melakukannya. Karena dengan puasa itu Allah bermaksud menanamkan ketakwaan diri dan mendidik jiwa kita.

Berangkat dari penafsiran di atas bahwa puasa dimaksudkan untuk membersihkan jiwa, mengekang hawa nafsu, menanamkan ketakwaan diri serta mendidik jiwa, kita akan berusaha mengurai kata al-Shiyâm dari sudut linguistiknya.

Apabila kita mencoba untuk melihat akar kata al-Shiyâm dalam ayat ini dengan kacamata etimologi, kita akan mendapatkan bahwa kata ini berasal dari tiga komponen huruf, yaitu Shâd, Waw dan Mîm. Dengan berpedoman pada tiga huruf inti ini, maka kata ini secara umum akan berarti 'menahan diri untuk tidak melakukan suatu perbuatan', atau dapat diungkapkan pula —dalam bahasa Arab— dengan kata 'al-Imsâk'. Dengan demikian, dari sini kita dapat mengetahui bahwa kata al-Shawm dapat diartikan juga dengan al-Imsâk, karena batasan awal larangan untuk makan, minum dan melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa adalah pada suatu saat yang banyak kita kenal dengan al-Imsâk itu.

Datangnya agama Islam di Jazirah Arab tidak hanya memberikan dampak positif pada moral dan etika bangsa Arab yang masih terpuruk dalam kesesatan, tetapi dampak itu juga terasa sangat tajam pada perubahan makna dalam perbendaharaan kata Arab. Sebagai contoh, kata al-Zakâh. Sebelum datangnya Islam, kata ini diartikan dengan 'suci'. Kemudian pada saat zakat disyariatkan dalam Islam, kata ini mulai berganti makna sebagaimana yang kita ketahui sekarang ini. Begitu juga dengan kata 'al-Kâfir', 'al-shalât', dan lain-lain. Kata al-Imsâk memang masih terpakai dalam makna aslinya, meskipun Islam telah memberikan pengertian baru baginya. Misalnya pada pemakaiannya dalam bentuk verbal, kita mendapatkan kalimat "amsik lisânak" berarti 'tahan (jaga) ucapanmu!'. Tetapi arti yang seperti itu tidak lagi terlintas dalam pikiran apabila konteks pengucapannya dihubungkan dengan bulan suci Ramadan atau dengan hari-hari puasa secara umum.

Setelah kita mengetahui bahwa kata al-Shiyâm dalam ayat di atas secara etimologis berarti al-Imsâk (menahan), maka kita akan mencoba merenungkan kembali makna yang tersirat dari ayat tersebut. Di atas telah diungkapkan bahwa puasa adalah suatu upaya pembersihan jiwa, pengekangan hawa nafsu dan perwujudan kehendak-Nya untuk melebihkan derajat manusia dari binatang yang tunduk hanya pada instink dan hawa nafsu. Islam tidak mengenal dunia kependetaan yang bersikap tak acuh terhadap keduniaan. Tetapi Islam, sebagai agama, tentunya sudah pasti memiliki sisi-sisi kezuhudan yang mengendalikan manusia untuk tidak cinta dunia dan melakukan kemungkaran. Maka dari itu dalam surat al-Qashash:77 Allah memerintahkan kita untuk memberikan porsi yang semestinya bagi kehidupan dunia dan akhirat kita. Pemberian porsi 'yang semestinya' inilah yang selalu menjadi titik lemah manusia yang telah dianugerahi dengan akal dan hawa nafsu.

Untuk melakukan hal itu, manusia memerlukan suatu pengorbanan yang luar biasa. Karena, hal itu berarti dia harus berusaha untuk selalu mengekang hawa nafsunya. Salah satu wujud dari pengekangan hawa nafsu yang paling nyata adalah puasa (menahan) untuk tidak melakukan segala yang diharamkan, dan bahkan beberapa hal yang dihalalkan. Tetapi memang itulah esensi puasa, yang dimaksudkan untuk mendidik jiwa agar bersabar dan bertakwa. Dan yang lebih penting dari itu semua, kita sebagai orang muslim harus merasa bahwa puasa adalah salah satu jalan Allah untuk mendidik jiwa kita agar kita bersabar, dan kita sebagai manusia harus berusaha untuk merasakan kenikmatan dalam melakukan kesabaran. Karena pada dasarnya kemurkaan Allah tidak hanya berbentuk musibah dan petaka yang bisa diindera oleh manusia. Ketiadaan rasa nikmat pada saat kita bersabar itu pun merupakan suatu petaka bagi kita.

Dengan bentuk lain, ungkapan di atas telah disampaikan pula oleh salah seorang nabi dari Banû Isrâ’îl. Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika ada seorang Yahudi berkata kepada Nabi itu, "Aku tidak pernah berdzikir, tetapi mengapa Allah tidak menghukumku?" Sang Nabi menjawab, "Kamu telah dihukum oleh Allah, tetapi kamu tidak merasakan hukuman itu. Ketika Allah tidak memberimu kenikmatan dalam berdzikir kepada-Nya, maka pada saat itulah sebenarnya kamu sedang berada dalam hukuman-Nya." Allâhumma a‘innâ ‘alâ dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibâdatika. Wallâhu a‘lam bi al-shawâb.

=========================
Sumber: Oleh Abdul Hafidz Zaid al-Kindy
READ MORE - MAKNA IMSAK

Ada 9 tips yang sering dianjurkan untuk “sukses ramadhan”

Begitu dekat Rahmat begitu Nyaman Hati ini
Ramadhan tinggal beberapa lagi
Kebaikan-kebaikan akan bertebaran disana sini
rahmat dan pengampunan
pelanggan setia warnet gananet
kali ini saya akan posting tentang ramadhlan memberikan beberapa tips sukses di bulan ramadhlan diantaranya :

1. Sungguh-sungguh memohon kepada Allah swt, agar diijinkan berjumpa dengan Ramadhan dalam keadaan sehat lahir batin. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

2. Perbanyak membaca kalimat tayyibah. (Alhamdulillah, Subhanallah, MasyaAllah, Allahu Akbar, Astaghfirullah dsb) Dengan demikian lidah, hati dan pemikiran kita akan terjalin kuat dengan kebesaran Allah. Ada “klik”.. yang tercipta. (Insya Allah)

3. Bersyukur dan menantikan dengan penuh kegembiraan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).


4. Usahakan untuk membuat rencana kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Detik-detik dalam bulan Ramadhan sangat istimewa… dengan membuat rencana tsb, mudah-mudahan kita dapat lebih berkualitas dalam menjalaninya.. (contoh rencana menyambut bulan Ramadhan dapat di lihat disini : Ramadhan akan segera tiba. Yang saya peroleh dari sebuah situs negara tetangga beberapa tahun yang lalu)

5. Memperkuat tekad.. berniat sungguh-sungguh untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Insya Allah, jika kita bersungguh-sungguh dan tulus kepada Allah swt., maka insya Allah, Allah swt. akan banyak memberikan bantuan, kemudahan dalam melaksanakan setiap aktifitas yang kita rencanakan (pada point 4). “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” QS Muhamad:21.

6. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, kita memperlajari aturan tentang puasa (fiqh). Tanpa ilmu.. ibadah kita tak kan sempurna. Bertanya kepada orang-orang yang berilmu, agar tidak ada kesimpang siuran. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Usahakan banyak menghadiri majelis taklim. Agar hati ini menjadi tenang, bersih dan penuh dengan semangat ke-Islaman. Akan memompakan semangat dan memperbesar tekad. Apalagi jika ditambah dengan terhubung kembali jalinan silahturahmi antara sesama hamba Allah. Saling mengingatkan.. saling mendukung. Subhanallah..


8. Lakukan Taubat yang sesungguh-sungguhnya taubat (taubatan nashuha). “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Melakukan perubahan secara menyeluruh. Kembali kepada Allah azza wa jalla. Membenahi ikatan dengan Nabi Muhammad saw.. (membaca sirah Nabiwiyah). Menjadikan Nabi Muhammad saw, kembali sebagai satu-satu idola. Berusaha meniru dan menjalankan sunnahnya. Bersiap untuk menjadi bagian dari penyebar

9. Berusaha menjalin silahturahmi kembali dengan orang tua, saudara, kerabat, tetangga, hadai taulan. Ajak semua orang untuk sama-sama mempersiapkan diri dengan baik.


di share dari Habib Habsyi
READ MORE - Ada 9 tips yang sering dianjurkan untuk “sukses ramadhan”
 
© 2009 Layanan Online Indonesia Bisa | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan